Rumah Tahan Gempa


Pengantar Rumah Tahan Gempa

Apa itu rumah tahan gempa?

Apa pengertian rumah tahan gempa?

Apakah kita perlu mengadopsinya untuk rumah kita?

Apakah perlu struktur bangunan tahan gempa untuk semua lokasi di Indonesia?

Mungkin ada pertanyaan tersebut terbesit di benak anda selama ini, terutama bila kita hedak merencanakan bangun rumah dan mendengar kabar berita gempa di televisi atau internet.

Pada tulisan ini, kami menjelaskan tentang beberapa jenis penyebab gempa, apa saja yang menyebabkan gempa kuat atau lemah dan beberapa daerah gempa di Indonesia.

Baca terus artikel ini, hingga pada akhir artikel anda mengerti apa apa saja jawaban dari pertanyaan diatas sebelumnya.

Teori Lempeng Bumi

Ilmuwan menyakini bahwa kerak bumi / lapisan litosfer bumi atau lapisan yang paling atas dari bumi merupakan lapisan yang berdiri pada lempengan lempengan lapisan yang terus bergerak sepanjang waktu.

Pergerakan litosfer bumi bisa kita lihat dari keberagaman flora dan fauna di dalamnya.

Sebagai contoh ; pada zaman dulu, pulau sumatra merupakan suatu kesatuan daratan dengan Thailand, Malaysia dengan terdapat kemiripan keberagaman satwa antara lain ; gajah, harimau dsb.

Sedangkan Papua merupakan kesatuan daratan dengan australia dan oceania dengan terdapat kesamaan keberagaman satwa burung. Kita tidak akan temukan gajah dan harimau di Papua.

Pergerakan lempeng kerak bumi tidak sama satu dengan yang lainnya. Pada beberapa tempat pergerakan lempeng terlihat kasat mata, yang kemudian orang menyebutnya dengan tanah bergerak. Di lain tempat pergerakan lempeng tidak terlihat kasat mata.

Pergerakan lempeng dengan kecepatan lebih dari 1 mm/ tahun sudah merupakan pergerakan tanah yang dalam pengawasan oleh ahli geologi.

Rumah Tahan Gempa

Pemerintah sudah memberikan acuan jelas tentang bagaimana bangunan rumah tahan gempa melalui standar SNI 1726 2012 hingga SNI terbaru tahun 2019, tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung.

Standar SNI ini memberikan pedoman dan acuan untuk membuat struktur bangunan tahan gempa yang tepat untuk kondisi dimana lokasi rumah tersebut berada.

Pengertian Rumah Tahan Gempa

Pengertian Rumah tahan gempa adalah rumah yang disiapkan dengan perencanaan akan antisipasi bahaya gempa terhadap bangunan.

Dari pengertian tersebut maka selanjutnya akan muncul pertanyaan lanjutan; rumah seperti apa yang tahan terhadap bahaya gempa dan bahaya gempa seperti apa yang bisa merusak bangunan?

Konsep Struktur Bangunan Tahan Gempa

Membangun struktur bangunan tahan gempa bukan berarti membangun rumah super kuat dan tidak bisa rusak.

Sehingga bangunan tahan gempa bukan bangunan seperti bungker anti nuklir atau bungker perlindungan perang. Tentu akan sangat mahal sekali biaya bangun rumah nya bila pembangunan struktur seperti itu menjadi persyaratan tahan gempa.

Bangunan tahan gempa boleh rusak karena gempa

Sebaliknya, bangunan tahan gempa masih diperbolehkan mengalami kerusakan namun dalam ukuran dan batasan tertentu yang sudah ditentukan para ahli.

Bila kita beranjak sedikit lebih teknis, dalam melakukan desain rumah tahan gempa, kita mengenal istilah gempa rencana.

Gempa rencana (atau besaran gempa yang diperhitungkan) adalah gempa dengan probabilitas kemungkinan terlewati besarnya selama umur struktur bangunan 50 tahun adalah sebesar 2%.

Probabilitas resiko 2% dalam 50 tahun berarti juga mempunyai kemungkinan resiko terjadi 0.0004 dalam 1 tahun atau peristiwa gempa dengan besaran kemungkinan 1 kali dalam 2500 tahun.

Pengecoran Rumah Spesifikasi Tahan Gempa – Jakarta Selatan

Batasan kerusakan yang dibolehkan bangunan tahan gempa

Dengan probabilitas tersebut, maka struktur bangunan tahan gempa mempunyai prinsip bangunan rumah masih boleh menerima kerusakan akibat gempa, dengan batasan :

  1. Untuk gempa yang kecil dan frekuensi sering, maka bagian struktur dan non struktur rumah tidak boleh rusak.
  2. Untuk gempa yang menengah dan besar , maka dibolehkan ada kerusakan namun ada mekanisme kontrol batasan kerusakan yang masih diperbolehkan. Kerusakan terjadi akibat gempa masih bisa diperbaiki.
  3. Untuk gempa level bencana yang jarang terjadi, maka bangunan rumah boleh rusak tapi tidak boleh runtuh sama sekali.

Sehingga desain rumah tahan gempa lebih mengacu kepada ketahanan struktur bangunan terhadap gempa, bukan estetika arsitektural rumah secara umum.

Bagaimana Respon Bangunan Tahan Gempa Saat Gempa

Gaya gempa yang tiba tiba bekerja pada bangunan harus direspon juga secara instan oleh rumah sehingga rumah bisa bertahan terhadap goyangan gempa.

Sifat elastis dan plastis bangunan

Bangunan rumah tahan gempa dirancang untuk mempunyai sifat elastis dan plastis agar dapat meredam gaya horizontal gempa yang bekerja padanya.

Struktur bangunan tahan gempa bukan struktur bangunan yang sifatnya getas dan dapat roboh tiba tiba bila kekuatan strukturnya terlampaui.

Sifat elastis bangunan ialah perilaku kembalinya struktur bangunan ke bentuk semula saat gempa telah selesai dengan tidak membawa kerusakan pada struktur utama.

Sedangkan sifat plastis bangunan ialah perilaku struktur bangunan yang mengalami penyimpangan struktur permanen akibat gaya gempa. Hal ini berarti bila gempa telah berakhir, bangunan tidak dapat kembali ke struktur semula karena telah terjadi kerusakan struktur permanen.

Perilaku sifat plastis bangunan akan muncul setelah gaya gempa yang besar mampu melewati sifat elastis bangunan.

Sifat plastis bangunan mempunyai beberapa tahapan kekuatan sehingga bangunan tidak langsung roboh. Hingga pada tahap sifat plastis fase terakhir, maka struktur bangunan bisa roboh.

Terbentuknya sifat plastis ini dapat menjadi tanda bagi penghuni rumah untuk segera keluar dari rumah. Untuk beberapa kasus, sifat plastis bangunan bisa terlihat oleh mata.

Agar tercipta sifat elastis dan plastis bangunan maka membutuhkan perhitungan analisa gempa dan pendetailan spesifikasi struktur bangunan tahan gempa.

Sifat elastis bangunan dapat terasa sebagai goyangan elastis bangunan akibat gempa. Hal ini sangat terasa bagi mereka yang berada di gedung pada ketinggian tinggi (misalnya : lantai 30 keatas).

Goyangan gempa pada struktur tinggi akibat gempa sudah diantisipasi agar bisa berperilaku sebagai struktur bangunan tahan gempa.

Ayunan elastis bangunan akibat gempa bukan berarti bangunan gedung tidak kuat dan akan roboh. Bangunan gedung mempunyai kemampuan untuk dapat menerima gaya horizontal gempa yang membuatnya terasa mengayun hingga pada batasan tertentu, yang kemudian dengan kekakuannya meredam goyangan gempa tersebut.

Ahli struktur bangunan yang mendesain struktur bangunan tahan gempa sangat memperhitungkan besaran beban yang bekerja, posisi beban, kapasitas desain rumah, kapasitas limitnya, konfigurasi dari bentuk bangunan, proporsi, ukuran, kekakuan dan pendistribusian masa bangunan bila tertabrak gaya gempa.

Peta percepatan respond spektral perioda pendek Indonesia – SNI 1726 – 2019

Daerah Gempa Di Indonesia

Peta diatas merupakan peta percepatan respon spektral perioda pendek (0,2 detik).

Ini dapat berarti bahwa dalam waktu 0,2 detik dari mulai saat terjadinya gempa, kemungkinan ada daerah dengan warna gelap ini yang akan merasakan getaran gempa. Intensitas gempa yang terasa akan lebih berkurang pada daerah dengan warna lebih terang.

Terlihat pada peta, bahwa sebaran daerah berwarna gelap merupakan daerah yang terletak dekat dengan pertemuan dua lempeng kerak bumi. Ini menyebabkan bila terjadi pergerseran lempeng bumi, pada posisi terdekat daerah berwarna gelap tersebut bisa langsung terasa pergerakannya.

Lempeng kerak bumi besar ada di bawah laut barat pulau Sumatra, selatan pulau Jawa, utara pulau Papua dan melintasi tengah pulau Sulawesi.

Secara keseluruhan pulau Kalimantan merupakan daerah yang relatif aman terhadap bahaya gempa.

Ini juga merupakan salah satu pertimbangan pemerintah Indonesia untuk memindahkan ibukota ke pulau Kalimantan.

Kesimpulan Bangunan Tahan Gempa

Sehingga pertanyaan yang tersisa ialah ; apakah kita perlu untuk mengadopsi bangunan tahan gempa untuk rumah kita? dan apakah perlu bangunan tahan gempa untuk seluruh lokasi di Indonesia?

Berbekal peta seismik, dapat terjawab pertanyaan bahwa tidak semua daerah di Indonesia membutuhkan struktur bangunan tahan gempa. Ada banyak daerah di pulau Kalimantan yang sangat aman terhadap bahaya gempa tektonik, sehingga tidak membutuhkan struktur desain bangunan tahan gempa.

Dari peta seismik tadi juga terjawab bahwa bila lokasi daerah kita berada pada daerah dengan warna gelap, maka kita perlu untuk membuat bangunan dengan spesifikasi tahan gempa.

Semakin gelap daerah pada peta berarti semakin instan efek yang bisa dirasakan saat gempa, hal ini karena relatif dekat dari daerah tersebut diketahui ada lokasi tumbukan lempeng yang berpotensi bisa menimbulkan gempa tektonik.


Artikel ini ditulis oleh Priambodo Msc dari tim PT AMP kontraktor rumah mewah Jakarta. Hubungi kami bila anda membutuhkan jasa arsitek, jasa kontraktor, jasa kontraktor rumah tahan gempa atau jasa renovasi rumah untuk wilayah Jakarta dan Semarang.

*Mohon untuk mencantumkan url ini untuk mengutip artikel


Dengan label: Gempa Bumi, Rumah Tahan Gempa